√ 5 Rumah Adat Jawa Tengah (Pengertian, Penjelasan, Jenis-Jenis, Contoh)+Gambar

Hari ini kita akan belajar tentang rumah adat jawa tengah dengan detail dan lengkap akan pengertian, jenis, dan gambarnya.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan pulau dan adat istiadatnya, hal ini menjadikan ciri khas dan keanekaragaman budaya. Persis dengan namanya jawa tengah, letak provinsi ini pas ditengah pulau jawa.

Selain itu jawa tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta terkenal dengan bahasa jawa yang halus & sopan. Tidak hanya rumah adat jawa tengah, ada juga upacara adat jawa tengah yang sangat kental akan perkembangan syiar agama islam.

Jawa Tengah terletak di sebelah utara dari DIY dan timur dari Jawa Barat dan bagian barat Jawa Timur ialah Jawa Tengah.

Oke langsung saja kita ulas dengan lengkap, apa itu yang dimaksud rumah adat jawa tengah?

Nama Rumah Adat Jawa Tengah

Nama Rumah Adat Jawa Tengah

Ketika mendengar rumah adat jawa tengah mungkin teman-teman akan terpikir dengan rumah joglo? Ya betul sekali rumah adat jawa tengah ialah rumah joglo.

Tidak hanya di jawa tengah melainkan Yogyakarta dan Jawa timur juga sebagai ciri khas rumah adatnya, jadi jangan salah bila di Jawa Timur & Yogyakarta terdapat rumah joglo.

Kita bisa membedakan rumah Joglo Jawa Tengah menjadi 5 jenis/kategori diantaranya sebagai berikut ini :

  • Limasan
  • Kampung
  • Joglo atau Tikelan
  • Tajug atau Tarub
  • Panggang Pe

Kategori rumah joglo jawa tengah diatas sesuai sejarah jawa yang menyatakan dapat dibedakan menjadi 5.

Jenis-jenis Rumah Adat Jawa Tengah

Ciri khas dan jenis-jenis dari rumah joglo jawa tengah bisa kita perinci menjadi 5 kategori. Sebagai orang indonesia khususnya masyarakat jawa tengah seharusnya tahu akan kebudayaan dan rumah adatnya.

Inilah kategori rumah adat jawa tengah :

  • Rumah adat kampung
  • Rumah Joglo
  • Limasan
  • Tajug
  • Panggang Pe

Disetiap rumah adat mempunyai manfaat dan fungsinya, serta keistimewaannya. Kini rumah joglo semakin sedikit yang tahu sehingga sangat berpotensi hilangnya keistimewaan daerah.

Semoga saja dengan ini dapat memberikan manfaat masyarakat jawa tengah dan seluruh warga negara indonesia.

Arsitektur Rumah Adat Jawa Tengah

Rumah joglo jawa tengah memiliki salah satu keistimewaan atau unik yang terdapat pada bentuk arsitekturnya. Salah satu keunikan bentuk yang sangat menonjol ialah pada bagian rangka desain dan atapnya yang menjulang tinggi.

Desain atap yang tinggi tidak lepas karena adanya tiang-tiang yang tinggi pada pola rumah. Dibagian tengah rumah terdapat 4 tiang penyangga yang besar hampir mirip sama tiang masjid.

Kegunaan tiang tersebut adalah untuk menyangga atap yang berat dan tinggi. Dalam istilah ke empat tiang tersebut disebut “SOKO GURU” selain menyangga rangka atap juga penopang sekaligus titik temu rangka atap dan bebannya.

Atap rumah adat menggunakan alas penutupnya dengan genting yang terbuat dari tanah liat. Akan tetapi sebelum ada genting masyarakat dahulu menggunakan ijuk dan alang-alang. Karena perkembangan zaman akhirnya diganti genting.

Manfaat dari atap tinggi rumah joglo menjadikan suasana rumah menjadi begitu nyaman dan sejuk. Jadi rumah joglo menjadi kandidat rumah idaman pula di tanah jawa.

Ada juga sebagian orang jawa yang membangun di kota dengan ciri khas daerahnya ya misalnya rumah joglo. Nah, jika Anda berminat membangun juga harus mempersiapkan uang yang banyak. Sebab bahan dasar tembok dan lain-lain rumah joglo adalah dari kayu jati.

Bagian-bagian Rumah Adat Jawa Tengah

rumah adat jawa tengah

Tidak cuma di Yogyakarta saja rumah joglo mempunyai bagian-bagiannya, Jawa tengah pun memilikinya berikut ini adalah ulasan tentang klasifikasi bagian rumah adat jawa tengah :

Pringgitan

Adalah suatu ruangan yang menghubungkan antara pendopo sama omah njero atau dalem. Pringgitan bisa disebut ruangan semi privat yang secara umumnya digunakan untuk menerima tamu juga saudara atau kerabat yang masih dekat hubungannya dengan keluarga.

Secara umumnya pringgitan dengan pendopo/pandhapa tidak ada batas atau sekat, jadi kita dapat melihat pendhapa dengan keseluruhannya. Akan tetapi pada zaman modern ini kebanyakan antara pendapa sama pringgitan di sekat.

Sekat antara omah ndalem memakai gebyok. Masyarakat jawa pada zaman dahulu pringgitan digunakan untuk pegelaran wayang kulit dan para penonton menyaksikan dibagian pendhapa. Nah oleh karena itu asal mula ruang pringgitan berasal dari kata dasar ringgit yang artinya adalah wayang.

Pendopo atau pendhapa

Pendhapa merupakan ruangan depan rumah yang berbentuk terbua, tidak berpagar, berdinding, sekat dan tepatnya tiang soko guru berada. Asal mula kata pendhapa yakni Andhap yang artinya rendah, dikarenakan posisi ruangan yang lebih rendah dari Omah Ndalem.

Tempat ini juga sebagai ruangan pertemuan atau menerima tamu serta untuk latihan atau kegiatan lainnya.

Menurut falsafah jawa ruang depan yang terbuka ialah menggambarkan masyarakat jawa yang mempunyai sifat ramah, juga bisa dibilang siapapun tamunya yang hendak datang dipersilahkan.

Umumnya bagian ini tidak memakai kursi dan meja melainkan menggunakan tikar atau karpet sebagai pengganti kursinya. Meskipun posisinya didepan, tempat masuknya tetap saja disamping.

Omah Ndalem

Omah Njero terkadang disebut pula sebagai Dalem Ageng dan omah mburi. Bagian rumah ini merupakan inti dari rumah joglo dan ruang khusus buat para penghuni rumah buat bersantai & bercengkrama antar keluarga.

Dalam ruang Dalem terbagi lagi menjadi ruangan yang disebut shentong. Kalau pada zaman dahulu hanya terdapat 3 senthong saja namun kini ruangan senthong di sesuaikan sama penghuni rumahnya.

Senthong Kiwo

Senthong Kiwo ialah kamar yang letaknya pada bagian kiri Omah Ndalem, persis dengan namanya “KIWO” dalam bahasa yang berarti kiri. Posisinya pun sangat dekat dengan dapur.

Pada umumnya senthong kiwo dimanfaatkan sebagai gudang bahan pokok rumah tangga seperti beras dan bumbu dapur ataupun hasil tani lainnya. Sekaligus menjadi tempat penyimpanan alat-alat perlengkapan tani.

Sentong Tengah

Nah kalau senthong tengah ialah kamar yang terletak di bagian tengah, posisinya paling dalam dan termasuk ruangan yang di sucikan serta disakralkan sama sang pemilik rumah joglo.

Banyak sekali istilah yang digunakan buat menyebut ruangan ini sesuai sama kegunaannya, diantaranya pasren, sepen, sri, krobongan dan pedangiran.

  • PASREN, terbentuk dari kata pa-sri-an yang brmakna sebagai tempat Dewi Sri, yakni sebagai penguasa tanaman padi. Ketika musim panen tiba para petani memetik padi kemudian membungkus menggunakan batik lalu diletakkan di senthong tengah yang diyakini persembahan untuk dewi sri.
  • SEPEN, merupakan tempat buat menyepi, ruangan ini buat bersemedi, berdoa dan bersembahyang.
  • PEDARINGAN, pedaringan berarti sebagai tempat padi. Awal mula pedaringan dari kata “DARING” yang artinya gabah kering.
  • KROBONGAN, berarti tempat pembarakan, berasal dari kata OBONG atau bakar. Istilah tersebut tidak lepas karena ruangan senthong digunakan membakar kemenyan ketika sang pemilik rumah melaksanakan upacara pitra yadna.
  • SRI, sesuai dari namanya DEWI SRI. Keberadaan dewi sri ini diwujudkan dengan adanya patung loro blonyo yang menjadi simbol kemakmuran.

Senthong Tengen

Salah satu kamar yang berada di bagian kanan omah ndalem disebut dengan senthong tengen, sesuai sama namanya TENGEN yang dalam bahasa jawa berarti “kanan”. Biasanya kamar ini digunakan sebagai ruang tidur sang pemilik rumah, jadi sifatnya khusus atau pribadi.

Jika dibandingkan sama senthong kiwo kamar ini lebih multifungsi, sebab selain sebagai tempat tidur juga digunakan untuk menyimpan barang seperti perhiasan, pakaian adat dan keperluan upacara. Ini untuk kalangan menengah ke atas.

Tetapi bagi kalangan bawah kamar ini dimanfaatkan sebagai tempat tidur atau kamar tidur orang tua.

Gandhok Kiwo

Gandhok adalah sebuah ruangan yang berada pada bagian kanan dan kiri pringgitan & omah ndalem, bentuk dari gandhok ini panjang serta terpisah sama bangunan utama dengan halaman utama sebagai pemisah.

Ruangan ini biasanya dimanfaatkan sebagai kamar tidur bagi keluarga, sanak saudara atau tamu yang menginap. Bangunan gandhok terdiri atas dua bagian kiwo dan tengen. Nah kalau gandhok yang terletak di bagian kiri omah ndalem digunakan sebagai ruang tidur para laki-laki.

Gandhok Tengen

Selanjutnya Gandhok Tengen yang terletak dibagian kanan omah ndalem, umumnya digunakan ruang tidur para kaum hawa. Meski secara umum dimanfaatkan sebagai ruang tidur, bisa juga digunakan menjadi tempat penyimpanan bahan makanan.

Pawon

Dapur atau pawon merupakan bangunan pada rumah joglo yang letaknya dibagian belakang dari omah ndalem yang dipisahkan sama halaman yang terbuka seperti gandhok. Posisi dapur memang sengaja dipisahkan sama bangunan inti sebab bangunan inti dianggap yang sangat suci & sakral, jadi tidak baik berdekatan sama dapur yang kotor.

Pada zaman dahulu proses masak memasak masih tradisional, yakni memakai kayu bakar. Sehingga dapur sangat identik dengan abu dan asap sangit yang terjadi dari proses pembakaran. Dari situlah awal mula dari kata PAWON yang pada dasarnya dari kata awu atau abu.

Pekiwan

Fungsi dari ruangan pekiwan ialah sebagai kamar mandi dan toilet bagi para penghuni rumah. Di dalam ruangan ini terdapat sumur yang mana sebagai sumber air ketika mandi, mencuci atau memasak.

Keunikan dari bangunan ini terletak dibagian belakang dapur serta terpisah. Sama dengan dapur pekiwan dianggap pula tempat yang identik kotor dan bau, jadi posisinya juga tidak boleh berdekatan sama bangunan inti.

Seketheng

Yakni dinding pembatas yang terbuat dari batu bata dan mempunyai 2 buah gerbang kecil. Fungsi dari bangunan ini untuk menghubungkan antara halaman luar sama halaman dalam rumah.

Fungsi Rumah Adat Jawa Tengah

Selain dari fungsi rumah joglo ada pula jenis-jenis lainnya rumah adat jawa yang memiliki keunikan dan fungsi berbeda juga, berikut ini penjelasan detailnya :

Panggang pe

Rumah panggang pe ini cuma memiliki satu atap saja, bentuknya memanjang dari depan ke belakang. Akan tetapi rumah panggang pe mempunyai beberapa desain yang bisa Anda terapkan diantaranya Cere Gencet, Pokok, Trajumas, Kios, Gedhang, Barengan, dan Empyak Setangkep.

Kampung

Yang kedua rumah adat kampung, jenis rumah ini memiliki 2 jenis sisi atap di bagian depan dan belang yang mana keduanya saling berhubungan 1 sama lain.

Nah untuk desain rumah kempung terbagi menjadi beberapa tipe yaitu : Semar, Gedhang Selirang, Jompongan, Sinom, Gotong Mayit, Cere Gencet, Gajah, Ampitan, Dara Gepak, pacul Gowang, Baya Mangap, Klabang Nyander, Srontongan, dan Lambang Teplok.

Tajug

Merupakan jenis rumah adat yang mana desainnya sering diterapkan pada bangunan masjid. Atapnya tersusun dari 4 sisi yang saling bersatu tanpa adanya bubungan, jadi terlihat menjadi runcing.

Desain dari tajug ini terbagi menjadi beberapa jenis lagi diantaranya Tawon Goni, Lambang, Ceblokan, Lawakan, dan Semar. Salah bangunan masjid yang memakai desain ini adalah masjid agung demak.

Limasan

Adalah rumah adat jawa tengah yang mana desain atapnya mirip dengan rumah adat sumatera selatan dan rumah adat jawa barat. Bentuk dari atapnya terdiri 4 sisi yang mana disisi kiri dan kanan bentuknya segitiga sama kaki. Kalau bentuk sisi depan dan belakangnya seperti trapesium.

Desain rumah limasan terbagi lagi menjadi beberapa jenis yaitu : Enom, Semar, Bapangan, Trajumas, Klabang Nyander, Apitan, Sinom, Cere Gancet, Empyak Setangkep, dan Gotong Mayit.

Gambar Rumah Adat Jawa Tengah

 Rumah Adat Jawa Tengah

rumah adat jawa tengah

Rumah Adat Jawa Tengah

Gambar Rumah Adat Jawa Tengah

Nah itulah kawan-kawan tentang rumah adat jawa tengah, semoga dengan adanya artikel ini memberikan manfaat untuk kita semua. Semoga semakin berguna untuk semua pembaca dan menambah wawasan serta pengetahuan baru buat kita.

Mungkin sampai sini dulu yang bisa admin sampaikan kurang lebihnya mohon maaf sebesar-besarnya, sekian dan terima kasih.

Leave a Comment