Tradisi Warga Dusun Kedungingas

tradisi dusun warga dusun kedungingas memiliki tradisi yang hampir sama dengan dusun lain. Tetapi ada yang berbeda dengan dusun lain yaitu,bedah kolam yang besar di limbah pabrik.

Masyarakat memanfaatkan limbah sebagai memelihara ikan sekaligus bisa menjadi tempat pemancing warga setempat. Setiap bulan puasa warga setempat memancing untuk sekedar menunggu waktu buka.

Limbah pabrik

sumber dari https://pixabay.com/

Masyarakat dusun kedungingas memanfaatkan limbah pabrik menjadi kolam ikan. Mereka memelihara ikan dari kecil dan setiap menjelang lebaran akan di panen.

Cara menangkapnya pun berbeda dengan biasanya. Para warga akan menangkap ikan dari malam hari sampai pagi hari. Mereka membuat racik sendiri agar ikan lemas dan mudah di tangkap.

Setiap orang pasti mendapat ikan walaupun ada yang sedikit. sehingga banyak orang yang keluar rumah sampai subuh. Sehingga setiap rumah kelihatan pintunya terbuka.

Kolam ikan tersebut ada dua di selatan dan utara,tetapi banyak yang di utara. Selain ikan besar juga mudah di tangkap.

Mereka melepaskan bibit ikan setiap setelah lebaran. Itu semua dari warga setempat.
Bibit yang di lepas yaitu bermacam-macam. Mulai dari nila,mujair,lele,patin dan lain-lain.

Tidak hanya warga sekitar yang memancing ikan tersebut bahkan dari beberapa desa juga ada.
Selain itu tempat ini sebagai hiburan karena di sebelah barat nya ada kali yang cukup besar.

Memiliki pemandangan yang bagus dan pasir di sekitar sisi kali. Anak-anak kecil suka berenang di situ karena airnya belum ter cemari.

Nyadran

sumber dari http://www.radiofastfm.com

Nyadran ialah kegiatan yang di lakukan dusun kami sebelum bulan puasa untuk menyambut bulan penuh berkah tersebut.

Acara akan di mulai pagi sampai menjelang siang. Pada pagi hari yaitu semua masyarakat akan mendatangi makam. Masyarakat membersihkan semua yang menjadi sampah di makam seperti rumput-rumput kecil dan lainnya.

Masyarakat akan berkumpul dan di situlah seorang kiai akan memimpin berdoa. Mereka di sana bukan menyembah melainkan mendoakan para pendahulu yang mendirikan dusun kami dan orang tua masyarakat dusun kedungingas.

Lalu semua masyarakat berkumpul di balai kampung dengan membawa masakannya setiap kepala keluarga. Acara tersebut tidak hanya warga tersebut juga di hadiri saudara-saudara mereka.

Laki-laki dan perempuan di pisah yang laki-laki di luar sedangkan perempuan di dalam balai kampung.
Semua makanan akan di letakkan di sepanjang orang. Dengan model saling berhadapan setiap orang.

Setelah itu semua orang di wajibkan untuk memakan hidangannya. Tradisi tersebut ialah bertujuan untuk mempererat persaudaraan warga dan rasa syukur atas rezeki yang di berikan allah swt.

Tadarus

Tadarus ialah kegiatan membaca alquran setelah salat tarawih. Biasanya di lakukan warga sekitar yang suka rela. Dusun kami target setiap harinya membaca 2 jus dan selama 30 akan 2 kali khatam alquran.

Ketika menjelang khatam yang terakhir semua yang ikut tadarus akan melakukan makan bersama setelah penutupan membaca alquran.

Hidangan yang di siapkan pun bermacam dari ayam, buah-buahan,dan sayuran. Semua itu di lakukan sebagai wujud atas nikmat allah swt dan mempererat silaturrahim sesama orang islam.

Dan tidak jarang memberikan donasi atas membersihkan sebagian harta mereka.Penutupan tadarus biasanya di lakukan 4 hari sebelum lebaran

Malam 21 ramadhan

sumber dari http://2.bp.blogspot.com/

Seperti tahun sebelum-belum nya seluruh masyarakat dusun akan melakukan rutinitas menjelang 21 ramadhan. Kegiatan tersebut yaitu mengumpulkan warga di balai kampung dan membagi bagian apa yang harus di bawa masyarakat. Setiap rukun tetangga berbeda yang harus di bawa.

Contoh rt 1 membawa makanan maka rt lainnya sudah berbeda yang di bawa dan tahun selanjutnya akan bergantian.
Acara di lakukan setelah magrib dan berkumpul di balai kampung. Setelah kumpul kiai akan membuka acara tersebut.

Lalu kiai akan mengawal membacakan ayat-ayat alquran dan di ikuti oleh semua masyarakat.
Makanan akan di letakkan di tengah-tengah dan di campur semuanya.

Jadi masyarakat mengambil dengan secara acak kemungkinan mengambil makanan sama akan lebih kecil peluangnya.Sesudah mengambil makanan akan di tutup acara tersebut dengan doa.

Dari tradisi di atas dapat kita simpul bahwasanya arti saling berbagi dan tidak ada perbedaan sesama manusia. Karena kita semua masih sama-sama ciptaan allah.

Membuat petasan

sumber dari https://i.ytimg.com

Sejak awal bulan puasa remaja dari dusun kami berpartisipasi membuat petasan bahkan sampai ratusan petasan kami persiapkan demi merayakan lebaran.

Karena kegiatan ini berbahaya semua remaja harus menaati tata tertib yang telah di sepakati.
Setiap anak akan mengumpulkan buku untuk di buat petasan. Ukuran petasan kami berbeda-beda dari yang kecil hingga super besar.

Walaupun sangat berisiko kematian para remaja tetap bersemangat untuk membuatnya. Setelah semuanya sudah jadi maka petasan tersebut akan di simpan sampai waktu lebaran.

Pelaksanaan menyalakan petasan yaitu setelah salat id dan makan-makan bersama.
Sisa kertas petasan tersebut hingga menutupi jalan raya. Hampir seluruh di kota maupun desa kami memiliki tradisi seperti ini.

Cara menyalakan petasan ini berbeda-beda ada yang di rangkai hingga panjang dan ada dari satu petasan.
Kalau di dusun saya cara menyalakan petasan dengan bersama-sama sepanjang jalan dusun.
Inilah tradisi kami setiap lebaran.

Bersilaturrohim

sumber dari http://news.netmedia.co.id/

Setelah menyalakan petasan selesai semua warga akan pulang kerumah terlebih dahulu. Kemudian akan berkumpul satu keluarga besar atau remaja akan mendatangi rumah warga dari satu-satu.

Tetapi semua masyarakat akan minta maaf pada orang tuanya dan kerabatnya dahulu. Kemudian akan mendatangi para sesepuh di dusun tersebut.

Acara begitu sudah menjadi tradisi dan tidak akan selesai dalam satu hari bahkan ada yang 10 hari baru selesai karena mempunyai kerabat yang banyak.

Mengunjungi dari rumah ke rumah lainnya bertujuan mempererat sesama kerabat dan tetangga.

Sawalan

sunber dari https://dlh.bantulkab.go.id

Ialah kegiatan rutinitas setiap tahun sekali yang di isi nasihat-nasihat kiai. Dan di iringi sholawat nabi supaya ketika kiai tersebut sedang bersholawat akan di iringi alunan musik tebang.

Sawalan yaitu mengadakan pengajian sebelum berakhirnya bulan sawal. Kebanyakan di berbagai desa dengan bergantian supaya saling dapat mendatangi pengajian di desa lain.

Setiap desa akan mempersiapkan dengan semaksimal mungkin agar tamu undangan dapat menikmati isi nasihat tersebut.

Kegiatan tersebut di persiapkan jauh-jauh hari supaya acara berjalan dengan lancar. Untuk memilih penasihat tersebut akan berbeda-beda agar tidak bosan atas nasihat yang di berikan.

Sejak awal bulan sawal remaja kami membuat balon dan petasan lagi jumlah yang kami buat lebih banyak dari puasa karena akan di nyalakan dalam jumlah banyak setiap balon nya.

Hampir setiap malam setiap desa akan mengeluarkan balon sekaligus petasan dan saling membalas atas karya tersebut.

Banyak yang menganggap bahwa tradisi ialah menyekutukan allah swt,itu hanya perkataan orang yang tidak tahu tradisi saja.

Tradisi merupakan perantara sebagai mempererat silaturrahim masyarakat dan meningkatkan ketaqwaan kepada allah swt.

Cukup sekian dulu yang saya dapat sampaikan,kurang lebihnya mohon maaf. Jika dari awal sampai akhir ada yang kurang berkenan di hati anda saya pribadi sebagai penulis minta maaf sebesar-besarnya.

Leave a Reply