Keseruan Berlibur di Ragunan Jakarta Selatan

Liburan di Ragunan jakarta selatan. Pada bulan juni 2015 saya berlibur ke jakarta,tetapi dikejutkan dengan  harus berangkat sendiri dari Magelang sampai Jakarta.

Dan saya pun modal nekad untuk berangkat kesana didalam bus saya kebingungan karena tidak tahu harus turun dimana,akhirnya pun menghubungi kakak untuk turun dimana, ternyata saya disuruh turun di terminal lebak bulus .

Dan saya berangkat dari Magelang jam 15.00 dan sampai di terminal 05.00,saya harus menunggu jemputan sampai sekitar jam 07.00 kebingungan pun mulai karena kakak lama sekali yang katanya dekat eeh ternyata jauh dan tempat kos kakak yaitu di daerah Jakarta Selatan,Pancoran mas,kali bata.

Setelah sampai di tempat  kos saya di sambut dengan baik karena di ruangan itu adalah keluarga besar,dan yang ada di tas saya keluarkan semua karena ada makanan pesanan dari saudara,kakak.

Menjelang siang lalu mandi dan istirahat karena nanti malam sudah mulai tarawih,suara azdan pun berkumandang terus bangun dan wudu.

Tarawih pertama

Sumber dari https://www.youtube.com

Menjelang isa’ saya diajak kakak sepupu untuk tarawih di suatu masjid di Jakarta Selatan,memasuki daerah masjid saya melihat banner bahwasanya ada solat tarawih yang reguler yaitu cuma 8 rakaat sedangkan yang tidak reguler yaitu sekitar 1 jus,tetapi saya cuma ikut yang reguler,karena tidak terbiasa berdiri lama-lama.

Setelah pulang dari masjid langsung bergegas untuk istirahat,takut kalau sahurnnya telat. Pada malam itu saya susah untuk tidur karena banyak nyamuk dan tidak memakai selimut,jadi waktu di bangunkan agak susah.

Hari selanjutnya saya pindah masjid karena jauh jadi memilih yang lebih dekat dari kos saja,ternyata tarawih di masjid ini tidak terlalu lama kalau buat orang awam ya standar lah.

Menjelang berbuka saya kebingungan karena di kos tidak ada makanan hanya air putih saja,lalu saudara saya mengajak untuk memakai pakaian yang rapi,setelah itu saya mengikuti saudara tak disangka malah ke masjid saya tidak tau menahu “ngapain ke masjid kan sudah mau buka” ternyata kalau di Jakarta itu ada progam berbuka gratis di setiap masjid.

Mungkin orang-orang kaya di Jakarta bingung mau bersedekah kepada siapa,karena hampir semua orang sudah merasa cukup jadi gengsi kalau dapat sedekah dari orang lain. Dari itulah muncul ide untuk bersedekah ke masjid saja,dan alhamdulillah semua yang di sedekah kan terlaksana dengan baik yaitu menjadikan makanan berbuka gratis untuk semua masyarakat yang mau.

Jadi setiap menjelang berbuka saya pasti datang ke masjid,sampai menjelang mudik ke Magelang.

Ragunan zoo

Sumber dari https://wn.com/ragunan_zoo

Pada hari senin saya di ajak untuk berkunjung ke kebun binatang Ragunan dan setelah sampai Ragunan ternyata tutup saudara saya lupa,mengobati rasa kecewa itu untuk istirahat dan sekalian solat luhur ke suatu musola yang berada dekat dengan samping Ragunan,kami pun istirahat sejenak sampai sekitar jam 16.00 kemudian langsung pulang dan menuju masjid.

Tepatnya jam 17.00 kami sampai masjid lalu tak lama kemudian berbuka. Setelah itu kami melakukan solat magrib bersama warga sekitar.

Beberapa hari kemudian saya pergi lagi ke kebun binatang Ragunan untuk mengobati kejenuhan dan kecewa,tapi sesampai sana kita masih menunggu sampai buka karena kami datang masih tutup keadaannya.

Akhirnya jam 09.00 tepatnya dibuka kemudian membeli tiket dan masuk ke dalam,satu persatu kami kunjungi tanpa ada yang ter lewatkan untuk di jumpai,menjelang waktu solat luhur kami pun bergegas mencari masjid dan melakukan kewajiban kita yaitu solat,sebelum melanjutkan perjalanan kami beristirahat sejenak dahulu.

Setelah istirahat kami melanjutkan perjalanan  lagi karena saya masih penasaran apa saja hewan yang ada di kebun binatang Ragunan ini,tanpa sungkan saya pun memotret beberapa hewan di sana seperti merak dan burung elang.

Menjelang asar kami pun bertekad untuk pulang karena sudah melihat semua yang ada di Ragunan,ternyata kami sudah sampai pintu keluar bagian selatan padahal kami masuk pintu masuk utara,lalu kami cepat-cepat kembali ke pintu keluar utama yang tak jauh dari pintu masuk utara.

Kami pun langsung naik busway sebelum naik ternyata saldo dari kartun nya habis dan lalu mengisi saldo dulu,sesampai kali bata kami harus berjalan kaki menuju masjid untuk berbuka dan solat magrib bersama-sama.

Tempat pembuangan sampah

Sumber dari http://global.liputan6.com

Suatu hari saya mendapat perintah untuk membuang sampah yang tidak jauh dari tempat kos kakak saya,tanpa bertele-tele seketika itu langsung membuangnya,tetapi sesampai tempat pembuangan ada penampakan yang tidak enak yaitu sampah menggunung dan bau busuk yang lumayan menyengat hidung.

Tidak hanya itu disitu juga ada beberapa pemukiman warga yang dekat dengan pembuangan dan hewan ternak dilepas liar kan untuk mencari makan di sampah-sampah itu,apakah warga tersebut tidak takut dengan penyakit yang sangat kemungkinan terjadi? Ternyata dari situlah warga mengais rezeki sedangkan mereka tidak mempedulikan kesehatannya.

Di sebelah timur ada kolam pancing yang sangat dekat dengan pembuangan itu,ketika saya mendekat dan melihat kolam pancing itu ada yang sangat memprihatinkan yaitu kondisi air yang bau dan berwarna hijau kecokelatan.

Tetangga yang baik

Sumber dari https://kultum.wordpress.com

Dalam satu kos itu kan ada lima orang dan termasuk saya tetapi semuanya laki-laki, jadi sangat ramai kalau sedang bercanda.

Hal yang sangat menyenangkan yaitu tetangganya sangat ramah dan tidak jarang memberikan kami makanan atau pun minuman bahkan hampir setiap sebelum sahur kami diberi makanan,entah dari sayur terkadang lauk Pauk saya pun sangat bersyukur sekali atas rezeki itu.

Dan setiap sebelum sahur saya membeli sayur di warung makan yang agak lumayan jauh sekitar 500 meter dari tempat kos,setelah sahur pasti ada orang yang mengetuk pintu ternyata itu adalah tetangga kami yang memberi sayur dan lauk Pauk.

Jajan ke warung

Sumber dari http://www.kabarito.com

Setiap setelah tarawih saya menyempatkan waktu sebentar untuk mampir untuk membeli es dan beberapa makanan lainnya,karena saya merasa gerah karena cuaca yang sangat berbeda dengan Magelang.

Mudik ke kampung halaman

Sumber dari http://jogja.tribunnews.com

Pada puasa ke 13 kami berdua(saya dan saudara saya) di belikan tiket kereta untuk mudik ke Magelang,pada malamnya sebelum pulang kami berjalan-jalan ke pasar minggu untuk membeli tas karena  saudara saya tidak mempunyai tas untuk membawa barang-barang dari Jakarta.

Setelah itu sambil perjalanan pulang ke kos kami berhenti untuk membeli martabak telur dan manis,sesampai di kos kami sekeluarga besar memakan bersama. Sebelum pulang saya dan saudara saya berpamitan pada tetangga yang biak itu dan yang mempunyai kos.

Jam 21.00 malam kami berangkat menuju ke stasiun pasar Senen,selama perjalanan saya melihat keadaan sekitar Jakarta dan melihat gedung-gedung yang tinggi seperti MNC GROUP dan lainnya.

Tak lama kemudian sampailah di parkir pasar Senen lalu berpamitan kami  pada kakak sepupu,setelah masuk  kereta ternyata didepan saya juga mau ada orang Magelang yang perantau di Karawang. Kami pun berbincang-bincang dari dari daerah mana Magelang dan lain.

Setelah sampai di stasiun Lempuyangan saya dan saudara saya  kebingungan harus naik apa,kemudian orang yang duduk di depan kita menawarkan untuk ikut mobilnya orang tuannya karena dia di jemput pakai mobil.

Dan akhirnya sampai kerumah dengan selamat ,mungkin itu cerita singkat liburan saya ketika di Jakarta.

Leave a Reply